Kebonagung - KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Ajak Siswa MI NU 03 Kebonagung Kurangi Sampah Plastik Lewat Prinsip 5R

KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Ajak Siswa MI NU 03 Kebonagung Kurangi Sampah Plastik Lewat Prinsip 5R

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Inisiatif Terpadu (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 206 menggelar sosialisasi pengurangan sampah plastik bagi 55 siswa kelas 3 dan 4 MI NU 03 Kebonagung, Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan bertajuk “5R: Yuk, Bersama Jaga Bumi Kita!” tersebut berlangsung pukul 07.15–09.40 WIB. Kegiatan merupakan bagian dari program kerja divisi kesehatan lingkungan (kesling) KKN MIT ke-22 untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam mengurangi, menggunakan kembali, dan memilah sampah sejak dini.

Edukasi Sampah Dimulai dari Lingkungan Sekolah

Sebanyak 28 siswa kelas 3 dan 27 siswa kelas 4 mengikuti kegiatan tersebut. Sosialisasi diawali dengan pemutaran video edukasi tentang sampah plastik sebagai pengantar sebelum siswa menerima materi.

Mahasiswa KKN menjelaskan dampak sampah plastik terhadap lingkungan, mulai dari sulit terurai dalam waktu puluhan hingga ratusan tahun, menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir, hingga mencemari sungai dan tanah. Materi juga diperkuat dengan penggunaan foto sampah menumpuk, banjir, sungai tercemar, dan tanah tercemar sebagai media visual.

Tema tersebut dinilai relevan bagi siswa karena kebiasaan membuang sampah sembarangan masih perlu mendapat perhatian. Guru MI NU 03 Kebonagung, Muhammad Ainul Najib, menilai kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa.

“Menurut saya pribadi sebagai guru di MI sini, itu sudah bagus. Itu karena teknik penyampaiannya menggunakan video pembelajaran. Jadi anak-anak, khususnya anak-anak zaman sekarang, lebih tertarik mendengar materi pembelajaran itu lewat video,” ujar Najib.

Menurut Najib, edukasi tentang sampah penting diberikan kepada siswa agar mereka memahami cara mengelola sampah sekaligus mengetahui dampak yang ditimbulkan apabila sampah dibuang sembarangan.

Siswa Dikenalkan Prinsip 5R

Pada materi inti, siswa diperkenalkan dengan prinsip 5R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Repair.

Reduce berarti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Reuse berarti menggunakan kembali barang yang masih layak. Recycle berarti mendaur ulang sampah menjadi barang baru. Replace berarti mengganti plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Sementara Repair berarti memperbaiki barang yang masih dapat digunakan daripada langsung membuangnya.

Setiap prinsip disampaikan melalui contoh sederhana, gerakan, dan yel-yel. Mahasiswa KKN juga menggunakan alat peraga berupa botol plastik, totebag, dan tumbler agar siswa lebih mudah memahami penerapan 5R dalam kehidupan sehari-hari.

Selain 5R, siswa diajarkan memilah sampah menjadi tiga jenis, yaitu organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Materi tersebut ditutup dengan slogan “Pilah Sampahmu, Jaga Bumimu!” yang diucapkan bersama-sama.

Kuis Jadi Ajang Siswa Uji Pemahaman

Penyampaian materi dilanjutkan dengan ice breaking “tepuk sampah” dan kuis interaktif. Siswa menjawab pertanyaan mengenai jenis sampah, dampak sampah plastik, serta penerapan prinsip 5R.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka berebut mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan. Beberapa pertanyaan juga menggunakan gambar dan benda contoh agar siswa dapat mengidentifikasi jenis sampah dan prinsip 5R secara langsung. Salah satu pertanyaan dalam kuis meminta siswa menentukan prinsip 5R dari kegiatan mengubah tutup botol bekas menjadi gantungan kunci.

Tutup Botol Bekas Disulap Menjadi Gantungan Kunci

Setelah sesi materi dan kuis, siswa mengikuti praktik membuat gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas. Kegiatan selama sekitar 25 menit tersebut menjadi praktik langsung penerapan prinsip Recycle yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Tutup botol yang telah disiapkan diproses dengan dilapisi baking paper, kemudian dilelehkan dan dibentuk menggunakan cetakan dengan berbagai bentuk. Setelah dingin, hasil cetakan dirapikan dan diberi lubang untuk memasang tali gantungan kunci.

Melalui praktik tersebut, siswa melihat secara langsung bahwa tutup botol yang sebelumnya menjadi sampah dapat diolah menjadi barang yang dapat digunakan. Kegiatan ini menjadi contoh sederhana penerapan prinsip Recycle dalam kehidupan sehari-hari.

Guru Dorong Edukasi Sampah Dilakukan Berkelanjutan

Najib menilai edukasi mengenai pengelolaan sampah tidak cukup dilakukan satu kali. Menurutnya, kegiatan serupa tetap perlu dilakukan secara berkala agar siswa memiliki kesempatan untuk memahami dan menerapkan materi yang diberikan.

“Jadwal rutin perlu, cuma mungkin jangka waktunya tidak terlalu dekat, karena daya terima anak dan pengaplikasiannya juga tidak secara langsung,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi mengenai sampah tetap penting diberikan secara rutin karena menjadi pengetahuan yang dibutuhkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang siswa kelas 4 MI NU 03 Kebonagung, Zikri, juga mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Acaranya asik. Aku jadi tahu ada 5R buat mengurangi sampah plastik,” ujar Zikri.

Zikri mengatakan dirinya sudah terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan.

Totebag Jadi Alternatif Kantong Plastik

Sebagai bagian dari penerapan prinsip Replace, mahasiswa KKN membagikan totebag kain kepada seluruh peserta. Siswa diajak membawa dan menggunakan totebag tersebut saat membawa barang atau berbelanja sebagai alternatif pengganti kantong plastik sekali pakai.

Zikri mengaku akan menggunakan totebag yang diterimanya untuk membawa barang.

“Buat bawa barang,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan pengucapan slogan “Ganti kresekmu, Pakai totebagmu!” seperti yang terpampang di totebag, lalu dilanjutkan dengan foto bersama di depan banner. Siswa juga membawa pulang hasil gantungan kunci dari tutup botol serta totebag yang diberikan sebagai pengingat untuk menerapkan kebiasaan mengurangi sampah plastik.

Melalui kegiatan tersebut, KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 206 berharap siswa tidak hanya memahami prinsip 5R secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, mendaur ulang sampah, hingga memilah sampah sesuai jenisnya.


Dipost : 24 Agustus 2026 | Dilihat : 10

Share :