Kebonagung - Perkuat Peran Orang Tua, KKN UIN Walisongo Posko 206 Bersama Fatayat Kebonagung Gelar Seminar Parenting

Perkuat Peran Orang Tua, KKN UIN Walisongo Posko 206 Bersama Fatayat Kebonagung Gelar Seminar Parenting

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkolaborasi dengan Ibu-Ibu Fatayat menggelar Seminar Parenting bertajuk "Anak Bahagia Berawal dari Rumah" di kediaman Ibu Jumniah, Desa Kebonagung, Rabu (12/8/2026). Seminar yang berlangsung pukul 13.30–16.00 WIB ini diikuti 33 peserta dan menghadirkan psikolog dari UIN Walisongo Semarang, Hj. Wike Diah Anjaryani, S.Psi., M.Kes., sebagai narasumber dengan Robiatul Adawiyah bertindak sebagai moderator.

Rumah sebagai Ruang Aman dan "Termostat" Emosi

Dalam seminar tersebut, Ibu Wike menekankan bahwa kebahagiaan anak sebenarnya berawal dari hal sederhana yaitu suasana rumah itu sendiri. Ia menjelaskan konsep rumah sebagai save zone, tempat anak dan pasangan bisa menjadi diri sendiri tanpa merasa dituntut atau dihakimi.

Ibu Wike juga mengibaratkan emosi ibu sebagai "termostat rumah". Menurut pemateri, anak cenderung menyerap suasana emosional orang tua sehingga ketika ibu merasa stres atau tertekan, anak pun ikut merasakannya. Karena itu, kesejahteraan emosional ibu disebut menjadi titik awal kebahagiaan anak, bukan sekadar hasil akhir dari pola asuh yang diterapkan.

Koneksi Sebelum Koreksi dan Micro Moment

Prinsip lain yang disampaikan adalah "koneksi sebelum koreksi". Sebelum menasihati anak yang dianggap berbuat salah, orang tua diajak lebih dulu mendengarkan dan memvalidasi perasaan anak, baru kemudian masuk ke tahap koreksi.

Ibu Wike turut memperkenalkan konsep micro moment, yakni kualitas waktu bersama anak yang tidak harus berjam-jam. Menurutnya, sepuluh sampai lima belas menit sehari dengan kehadiran penuh tanpa gangguan gawai, misalnya lewat ritual sebelum tidur seperti membacakan cerita, sudah cukup bermakna bagi anak. Ia juga membagikan tiga langkah memvalidasi emosi anak: mengakui emosi anak, memberi batasan yang jelas, dan menawarkan cara untuk menenangkan diri.

Orang Tua dan Anak Sama-Sama Sedang Belajar

Ketua Pelaksana kegiatan, Fitria Minnatul Izzah, mengatakan "kegiatan ini penting bagi para orang tua di Desa Kebonagung, orang tua itu sebenarnya pernah menjadi anak, sedangkan anak belum pernah menjadi orang tua. Tapi di sisi lain, orang tua juga baru pertama kali menjadi orang tua, jadi sebenarnya keduanya sama-sama sedang belajar," ujarnya, seraya menambahkan bahwa anak belajar bukan hanya dari ucapan, tetapi juga dari keteladanan orang tua sehari-hari.

Acara dibuka dengan kegiatan rutin Fatayat berupa yasin dan tahlil, dilanjutkan sambutan dari Fitria sebelum masuk ke sesi inti bersama narasumber. Materi diawali dengan pembahasan fungsi keluarga, mulai dari fungsi agama, cinta kasih, reproduksi, ekonomi, sosial budaya, perlindungan, pendidikan, hingga fungsi lingkungan, sebagai fondasi yang membentuk cara anak tumbuh dan memahami dunia di sekitarnya. Materi juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi anak untuk mengambil keputusan sesuai usianya, serta pentingnya self-care bagi ibu agar kondisi emosionalnya tetap terjaga.

Antusiasme Peserta hingga Apresiasi Warga

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Beberapa ibu bahkan memilih berkonsultasi langsung secara personal dengan narasumber seusai acara untuk menceritakan tantangan pengasuhan yang mereka hadapi sehari-hari di rumah.

Mantan Ketua Fatayat Desa Kebonagung, Zainab, mengaku puas dengan materi yang disampaikan. "Materinya bagus banget. Terima kasih ilmunya, semoga Bu Hj. Wike selalu sehat," ujarnya, sembari menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.


Dipost : 18 Agustus 2026 | Dilihat : 45

Share :