Berita Terkini

Sekitar 200 hingga 250 jamaah menghadiri Haul Ulama dan Umaro Desa Kebonagung di Masjid Hidayatullah, Kamis malam, 13 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut diselenggarakan secara swadaya oleh masyarakat Desa Kebonagung dengan menghadirkan Majlis Dzikir Al Khidmah Purwodadi. Haul tersebut menjadi momentum untuk mengenang para ulama, pendiri musala, takmir masjid, dan tokoh desa yang telah wafat. Kegiatan tahun ini menggabungkan sejumlah haul yang sebelumnya dilaksanakan secara terpisah dalam satu rangkaian bersama.
Menurut salah satu panitia, kegiatan haul tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama bagi para pendahulu serta tokoh Desa Kebonagung.
"Tiap setahun sekali dari kami pasti mengadakan, Mbak," kata Supani, Ketua RT 02 RW 04 Desa Kebonagung.
Didukung NU Ranting, Irmas, dan Iuran Warga

Pelaksanaan haul melibatkan masyarakat dari berbagai tempat ibadah yang ada di Desa Kebonagung. Panitia menyebut terdapat 10 musala dan 1 masjid yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain menghadiri acara, masing-masing musala dan masjid juga secara sukarela berkontribusi dalam penyediaan konsumsi bagi jamaah.
"menyumbangkan untuk pesertanya dari 10 musala, 1 masjid yang ada di Kebonagung, Mbak. Jadi nanti tiap musala dan masjid secara sukarela an untuk konsumsi. Kalau dari panitia, kita kasih minimal tiap musala mengeluarkan 75 bungkus nasi untuk dibagikan," jelas Supani.
Penyelenggaraan haul juga didukung oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya NU Ranting Kebonagung, Ikatan Remaja Masjid (Irmas), serta seluruh takmir musala di Desa Kebonagung. Dari sisi pendanaan, kegiatan tersebut bersumber dari iuran arwah jama’ yang dihimpun dari setiap kepala keluarga.
"Ya sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama untuk para pendahulu serta tokoh desa, Mbak. Acara ini juga didukung sama NU Ranting Kebonagung, Irmas, dan seluruh takmir musala di Kebonagung. Untuk dana kita ambil dari sedekah arwah jama’ per KK," ungkapnya.
Gotong Royong Warga dan Mahasiswa KKN
Persiapan kegiatan dilakukan melalui gotong royong warga, mulai dari penataan tempat hingga penyediaan konsumsi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertugas di Desa Kebonagung turut membantu persiapan setelah mengikuti rapat pengecekan akhir bersama panitia.
Penggabungan haul menjadi upaya masyarakat untuk menjaga ingatan terhadap jasa para pendahulu sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Masyarakat berharap nilai perjuangan dan keteladanan para ulama serta tokoh desa dapat terus dikenang dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
Harapan untuk Haul yang Lebih Meriah

Ke depan, panitia berharap pelaksanaan haul dapat berlangsung lebih meriah dengan jumlah jamaah yang lebih banyak. Tahun ini, jumlah peserta disebut sedikit berkurang karena pelaksanaan haul bertepatan dengan musim panen bakau yang membuat sebagian masyarakat tidak dapat hadir.
"Harapannya bisa lebih meriah lagi, Mbak. Tahun sebelumnya lebih ramai lagi, Mbak, tapi karena ini barengan sama musim panen bakau jadi pesertanya agak sedikit. Terus pengennya bisa diadakan mubaligh yang dari luar, karena untuk sekarang baru bisa mendatangkan ulama-ulama dari Kabupaten Kendal," pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Haul Ulama dan Umaro Desa Kebonagung, masyarakat tidak hanya mengenang dan mendoakan para ulama, pendiri musala, takmir masjid, serta tokoh desa yang telah wafat, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa tradisi keagamaan tersebut masih memiliki tempat penting dalam kehidupan warga Desa Kebonagung. Ke depan, masyarakat berharap haul dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan suasana yang semakin meriah serta melibatkan lebih banyak jamaah dan mubaligh dari luar daerah.
Dipost : 19 Agustus 2026 | Dilihat : 34
Share :